Memadu Hasrat Dikebun Anggur
Novel "Memadu Hasrat Dikebun"
Part 1.
Pada pagi itu, sekitar pukul 08:30, aku yang sedang suntuk pergi ke sebuah kebun klengkeng di selatan kota, yang mempunyai pemandangan sangat indah dengan pegunungannya dilengkapi desisan angin yang sangat sejuk, Kota kecil ini sudah ku singgahi sekitar 1 bulan lalu, dan aku ingin kembali kelokasi kebun itu sendirian.
Segera kuparkir motor di tempat titipan motor, dan menyusuri jalan setapak masuk kebun yang sekarang sedang sepi karena memang bukan hari libur. Terasa sangat sejuk, pagi hari ini menikmati rerimbunan pohon klengkeng yang sejuk itu, dan buahnya siap dipanen.
Ketika sedang berjalan menikmati kesunyian dan kesejukan kebun, aku melihat sesosok gadis manis dan cantik sedang duduk disebuah bangku dibawah sebuah rumah kayu yang memang disediakan untuk beristirahat. Dari bajunya yang atasan putih dan bawahan rok abu-abu, aku tau kalau dia adalah seorang siswi . Segera otak kot0rku bekerja keras memikirkan ide. Bayangkan, menikmati gadis cantik pelajar ditengah kebun yang sunyi dan sejuk ini.
Segera aku menghampiri dan menyapa sang gadis itu. Yang sedang duduk termangu.
“Assalamu’alaikum..” kataku sedikit keras, memang sengaja mengagetkannya.
Gadis itu sedikit kaget lalu dengan cepat menoleh kearahku. Wajahnya cantik putih, dengan hidung mancung dan bibir tipis. Kacamata minus bertengger di hidungnya.
“Wa’alaikum salam.. ngagetin aja ihh..” katanya dengan tersenyum kecil.
Suaranya yang lembut, menambah gejolak birahiku. Otakku berfantasi membayangkan suara lirihnya .
“lagi ngapain?” tanyaku.
Sembunyi-sembunyi aku menatap tubuhnya. Istimewa untuk seorang gadis ini . tubuhnya padat berisi namun langsing, dengan tinggi semampai. Buah dadanya terlihat sedikit menonjol dibalik seragam putih lengan panjang yang terulur menutupi dadanya.
“lagi ngelamun.” Jawabnya sambil tersenyum manis.
“ngelamunin apa?” tanyaku lagi, memancing pembicaraan .
Sambil semakin mendekat hingga disampingnya. Siswi berjilbab itu memandangku s3ksama seakan menilai, lalu menjelurkan lidahnya padaku, menggoda. Aku tersenyum.
“kenalin, Wawan.” Kataku sambil mengulurkan tanganku ke siswi itu tersenyum dan menyambutnya.
“Ranti” katanya. Tangannya yang bersentuhan dengan tanganku terasa sangat halus.
“lagi ngapain disini sendirian? Bolos yaa…” kataku mengganggunya. siswi itu segera berdiri didepanku.
“iya nih… lagi BT di sekolah..” katanya sambil menggerutu.
“emang kenapa? Habis putus cinta yah? ” tanyaku nakal.
“idih… nggak… sekarang jadwalnya olah raga… guru olah raganya rese… ” jawab gadis cantik siswi itu.
Tangannya sudah dilipat didepan dada, semakin membuat tonjolan buah dadanya terlihat. Hatiku semakin tidak karuan.
“tapi diam-diam suka kaaan…” kataku menggoda.
“idiiiih…jijik, tau…” jawabnya sambil sok bergidik.
“each… digrepe-grepe bisa enak lhoo..” kataku terus memancing.
Siswi berjilbab itu hanya tersenyum simpul sambil kembali menjulurkan lidahnya genit.
“eh Rin, mau gak, masuk lebih dalem ke kebun? Ada tempat yang buagus banget deh…” kataku.
Padahal aku berbohong.
“yang bener? Ahh, gak mau ah…ntar Ranti mau diapa-apain, lagi…” jawabnya, sambil masih tersenyum genit.
“ga papa deh… ayo ikut… diapa-apain kan ga papa kalo enak.” Kataku seolah bercanda.
Selanjutnya..... ⬇️⬇️
Part 2-10
https://dramaranjang.blogspot.com/2023/12/memadu-hasrat-dikebun-anggur.html
Novel "Memadu Hasrat Dikebun Klengkeng"
Part 2
Padahal otakku sudah memikirkan banyak jurus untuk mendapatkan tubuh gadis cantik berjilbab itu.
“iya deh.” Jawab Ranti akhirnya, membuat hatiku seolah meloncat sakingsenangnya.
“tapi janji gak diapa-apain yah.” Jawabnya lagi.
“gak kok, ntar tak kasih yang enak- enak″ jawabku lagi.
Akhirnya kami pun berjalan menyusuri jalan setapak sambil bercakap-cakap dan menikmati keindahan hutan. Beberapa lama, setelah kami berada semakin masuk kedalam hutan, kami menemukan lagi sebuah tempat beristirahat.
Sebuah batu besar panjang 2 meter, dengan atap dari daun pinus sekedar menahan jika ada hujan. Ranti berlari kecil menuju tempat itu dan duduk dubatu itu.
“istirahat dulu, capek..” kata gadis manis itu.
“oke.” Kataku sambil duduk disampingnya.
“jadi gak nih, mau yang enak-enak?” kataku kembali memancing.
“gak mau ah.. emangnya Ranti apaan..” katanya sambil pura-pura marah. Aku semakin medekatkan dudukku pada gadis bertubuh sekal itu.
“yah, kan Ranti cantik.. mas jadi gak tahan..” bisikku ketelinganya yang masih tertutup jilbab. Pelan kuraih tangankanannya yang halus, lalu kuremas dan kubelai. Gadis cantik itu menatapku, namun diam saja. Terlihat wajahnya merah karena malu. Segera siswi itu menarik tangannya dan memalingkan tubuhnya agak membelakangiku,
karena tatapan sayunya bertemu dengan tatapanku. Pelan-pelan kupeluk Ranti dari belakang pelan- pelan. Gadis cantik bertubuh sekal itu sedikit cute.
“jangan mas.. Ranti gak mau..” bisiknya sambil sedikit berontak.
“ga papa Ranti, ntar mas kasih enak…” bisikku ke telinganya yang tertutup.
Kudaratkan ciuman mesraku di keningnya. Ranti masih tegang, mungkin karena tidak pernah dipegang cowok.
Apalagi rudalku yang sudah ereksi dibalik celana jeansku dari tadi, menempel di pantatnya karena aku sudah duduk menk4ngkang. Kugenggam tangan kirinya dengan tangan kananku, tangan kiriku memeluknya, sementara bibirmu mulai menciumi pipi dan telinganya.
“Ohh..sstt” desisnya.
Aku palingkan wajahnya sehingga aku mudah mencium bibirnya yang mungil, pelan saja dan siswi itu mulai menanggapinya. Kupermainkan lidahku dengan lidahnya, sementara kuputar pelan-pelan tubuhnya sampai menghadapku (masih dalam keadaan duduk). Dengan cukup cepat kupeluk mesra dia agar tidak semakin berontak, kedua tanganku mengelus-elus punggungnya dan terkadang kuremas lembut kedua pantatnya. pantatnya begitu mengg4irahkan. padat berisi sampai-sampai ingin rasanya merem4s dan menciuminya.
Rudalku sudah semakin tegang. Pelan- pelan sambil terus kuciumi gadis yang sudah pasrah itu, kubuka ritsleting celanaku dan kukeluarkan kont0l besarku. Gadis itu seolah tertegun bingung karena tidak tau apa yang harus ia lakukan. Langsung kubimbing tangannya untuk mengelus- elus dan mengurut seluruh bagian rudalku.
Terasa nikmat rudalku dibelai dan diurut oleh tangan halus siswi lugu itu. Kusandarkan Ranti pelan-pelan didinding kayu gubuk istirahat itu, bibirku semakin bergerilya di seluruh permukaan wajahnya yang cantik.
“Oh, sst..” desahnya, yang semakin membuatku bernafsu.
Dengan bibirku yang tetap aktif, tangan kananku mulai menelusuri badannya, kuelus-elus pundaknya, lalu turun ke dada kanannya, menyusup kebalik, merem4s buah dada s3kalnya. Kuraba pelan, lalu mulai remasan-remasan kecil, siswi itu mulai menggeliat. Buah d4danya terasa kenyal dan kencang, semakin kuperlama remasanku, dengan sekali- kali kuraba perutnya.
Tanganku mulai membuka satu- persatu kancing seragam lengan panjangnya, dan menyusup masuk didalam bajunya, mengelus perutnya dan Ranti kegelian. Tanganku yang masih di dalam bajunya, mulai naik kedadanya dan meremas kedua gunung kembarnya, jariku keselipkan dibranya agar menjangkau putingnya untuk kupermainkan. Ranti mulai sering medesah,
“Sst.. ahh.. ohh” Karena b.ranya sedikit kencang dan mengganggu aktivitas rem4sanku, maka tanganku segera melepaskan semua kancing bajunya dan kemudian kait branya kubuka, sehingga longgarlah segel 2 bukit kembar itu.
Selanjutnya..... ⬇️⬇️
Part 2-10
https://dramaranjang.blogspot.com/2023/12/memadu-hasrat-dikebun-anggur.html
Novel "Memadu Hasrat Dikebun Klengkeng"
Part 3
Bajunya kusingkap kesamping, sementara B.hnya kusingkap keatas, menampakkan keindahan d4danya yamg putih mulus, kedua putingnya berwarna merahmuda mencuat mengeras, yang Sudah saatnya nih beraksi si lidah. Kujilati, kusedot- sedot, kucubit, kupelintir kecil kedua put1ngnya. Ranti mulai meracau tidak karuan manahan nikmatnya permainan bibirku di kedua d4danya. Kubuka baju dan b.ranya sehingga tubuh atasnya hanya tinggal ditutupi putih membungkus kepalanya yang sengaja tidak kulepaskan.
Gair4hku semakin meninggi melihat gadis yang cantik cute terengah- engah keenakan kur4ngsang dengan memejam matanya dengan baju yang sudah terbuka memperlihatkan buah d4danya yang putih ranum menggunung.
Tubuhnya yang putih, dua bukit r4num dengan 2 put1ng mencuat indah, wajahnya memerah, keringat mengalir, ditambah des4han-des4han yang mengg4irahkan, sungguh pemandangan yang tidak boleh disia-siakan.
Kuciumi bibirnya lagi, dengan kedua tanganku yang sudah bebas bergerilya di kedua bongkahan dadanya. Nafas kami menderu menyatu, mendesah. Perlawanan gadis cantik tadi sudah tidak terasa lagi. Untunglah kebun klengkeng pinggiran hutan itu sepi, sehingga des4han Ranti yang semakin keras tidak membuatku takut ketahuan.
Kulepas baju dengan lembut, kusibakkan sehingga tidak menutupi dadanya, lalu Kuciumi dan kuj1lati badannya, mulai dari pundak, turun ke dadanya. Sengaja kuj1lati bongk4han d4danya berlama- lama tanpa menyentuh put1ngnya, kemudian kupermainkan lidahku disekitar put1ngnya. Kutempelkan tiba-tiba lidahku ke put1ng kanannya dan kugetarkan cepat, tangan kiriku mencubit-cubit put1ng kirinya, Ranti semakin kelojotan menahan geli-geli nikmat. Enak sekali menikmati bukit kembar gadis ini.
Tangan kananku mulai merayap ke pahanya, yang masih tertutup rok, kuelus naik turun, terkadang sengaja menyentuh pangkal p4hanya. Terakhir kali, tanganku merayap ke pangkal p4ha, menyingkapkan rok panjangnya keatas sehingga cel4na dalamnya terlihat. Dengan satu jariku, kuges3k-ges3k mem3knya yang ternyata sudah sangat basah sampai membekas keluar di celana dalamnya.
Kedua kaki gadis berkulit putih berwajah lugu dan cute itu langsung merapat menahan geli. Tanganku mengelus pah4nya dan membukanya, menjalar ke kem4luannya, lalu semua jariku mulai menggosokkan naik turun ke bukit kem4luannya.
“Ach udaah mass..uchh hmm.. aduuhh.. enakk.. teruss mass”, geliatnya sambil meremas pundakku erat.
Kulumat bibirnya, tanganku mulai menyusup menguak C.D-nya, meraba mem3knya. Ranti semakin ter4ngsang berat, dengan desisan pelan serta gelinj4ng- gelinj4ng bir4hi.
Tak lama kemudian siswi itu mendesis panjang dan melejang-lejang. Ia menggigit bibir bawahnya sambil matanya terkatup erat, lalu mem3knya berdenyut- denyut seperti denyutan rudalku kalau melepas sp3rma kentalnya. Ranti lalu menarik nafas panjang. Basah mengkilap semua jariku, karena mungkin Ranti tidak pernah terasang seperti ini, lalu kuj1lat sampai kering.
“Mass jahat, katanya Ranti gak akan diapa-apain.. kan” kata siswi bertubuh sekal itu sambil memelukku erat.
“tapi Ranti suka kan.. enak kan..” bisikku semakin bernafsu.
Sudah saatnya rudalku dipuaskan. Kucium bibirnya lembut, kubimbing lagi tangannya untuk meremas dan mengurut rudalku yang super besar. Gantian aku yang melenguh dan mendesis, menahan nikmat. Posisiku kini berdiri didepan Ranti, kuturunkan celanaku dan kuminta Ranti untuk terus memijat rudalku.
"Mas ini harus digimanain lagi nihh, aku ga tahu?”, tanyanya bingung sambil tetap mengelus-elus bat4ng kej4ntananku.
Terlihat disekitar ujung rudalku sudah basah mengeluarkan cairan bening karena ereksi dari tadi.
“Ya diurut-urut naik turun gitu saya g, sambil dij1lat seperti menikmati es krim” sahutku.
Ditimang-timangnya rudalku, dengan malu-malu lalu dij1lati rudal kebangganku itu, ekspresi wajahnya seperti anak kecil pas lagi memakan es lolipot.
Gadis cantik itu pelan-pelan mulai memasukkan rudalku ke mulutnya dan
“Ahh Rin, jangan kena gigi, rada sakit tuh, ok sayang?”
“Hmm, ho oh sayang”, mengiyakan sambil tetap mengulum rudalku.
Nah begini baru enak, walaupun masih amatir.
“Yess..” desahku menahan nikmat, terlihat semakin cepat gerakan maju mundur kepalanya.
“Mas, bolanya juga?” tanyanya lagi sambil menyentuh zak4rku.
“Iya dong sayang, semuanya deh, tapi jangan kena gigi lho”. Dij1lati dan diemutnya zak4rku, setiap jengkal kem4luanku tidak luput dari jil4tannya, hingga kem4luanku basah kuyup.
“Ahh..ohh..yes..” desahku dengan semakin menekan-nekan kepalanya.
Dimasukkannya bat4ngku pelan-pelan ke mulutnya yang mungil sampai menyentuh tenggorokannya, rusalku dikulum-kulum lembut sampai berbusa membuatnya sangat licin, divariasikan permainan lidahnya dan aku semakin menggeliat. Terkadang d gadis itu juga menjilati lubang kecinya, diujung kepala rudalku, sehingga aku hampir melompat menahan nikmat dan geli yang mendadak.
Dilanjutkannya lagi kocokan dengan mulutnya. Pelan-pelan kubelai kepalanya yang masih terbungkus dan aku mengikuti permainan lidah Ranti, kugoyangkan pantatku searah.
Enak sekali permainan bibir dan lidahnya, Ranti sudah mulai terbiasa dengan kejantanan cowok. Akhirnya, badanku mulai mengejang,
“Rin, aku mau keluar.. ochh ahh..” dan sengaja dipercepat kocokan rudalku dengan tangannya.
"Cr0ott cr0t cr0t cr3et.." air m4niku berhamburan keluar banyak sekali, sebagian kena wajahnya dan mengotori kacamatanya, dan sebagian lagi meluber di tangan Ranti dan rudalku. Ranti sempat terkejut melihat pemandangan menakjubkan itu sambil tersenyum.
“iihh… jijik… apa nih mas..?” katanya sambil mengernyit.
“ini namanya air cinta, Rin.. coba aja enak lho.. bisa menghaluskan kulit kalo dilumurin ke wajahmu..” Dengan sedikit keraguan siswi itu pelan-pelan menjilat air cintaku yang meluber di rudalku.
“Asin dan gurih, enak juga ya Ko?”, katanya sambil menelan semua sp3rmaku sampai habis bersih dan kinclong. Yang menyembur diwajahnya ia ratakan sehingga wajahnya mengkilap karena air cinta itu.
Aku semakin terangsang melihat gadis melakukan hal itu. Tanpa membuang waktu lagi, aku yang mempunyai stamina dan bir4hi yang berlipat segera kembali mendorong badannya agar bersandar di dinding kayu gubug itu. Bibirnya yang indah dengan lipgloss itu kulumat dengan penuh birahi. kurasakan siswi itu mulai mend3sah dan menggeliat menahan bir4hi.
Kuremas-remas d4danya yang sudah menunggu dari tadi untuk dinikmati lagi. Kuraba-raba lagi mem3k si Ranti, pinggangnya menggeliat menahan nikmat sekaligus geli yang demikian hebat sampai pahanya merapat lagi. Kembali kusingkapkan rok ke perutnya, setelah tadi sempat turun lagi, sengaja tidak kupelorotkan C.D- nya, karena aku ingin melihat pemandangan indah dulu.
Wow, C.D-nya pink tipis berenda dan mungil, sehingga dalam keadaan normal kelihatan jelas bulu-bulunya. Lalu aku berlutut didepan selangkangannya. Kakinya kubuka diiringi des4han tertahan gadis berwajah cantik itu. Tangan kirinya menutup mulutnya seakan berusaha menahan nafsu bir4hi yang tak tertahankan. Tangan kanannya ada dipundakku, namun tidak berusaha menahan ketika aku maju dan mulai menjilati kedua pahanya dari bawah sampai ke pangkalnya, lalu kucium aroma lembab dan agak amis dari mem3knya yang membuat laki-laki manapun semakin bernafsu.
Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai mem3knya, yang membuat Ranti semakin kelojotan. Kupelorotkan C.D-nya pelan-pelan sambil menikmati aroma khas mem3knya, lalu kuj1lat C.D bagian dalam yang membungkus kem4luannya. Sesaat aku terpesona melihat mem3knya, bulunya yang tertata rapi tapi pendek-pendek, bibirnya yang gundul mengkilap terlihat jelas dan rapat berwarna pink, di tengah-tengahnya tersembul daging kecil. Mem3k yang masih suci ini semakin membuatku bergelora, .
Mulutku sudah tidak sabaran untuk menikmati sajian paling lezat itu, lidahku mulai bergerilya lagi. Pertama kuj1lati bulu-bulu halusnya, rintihan Ranti terdengar lagi. Terbukti titik lemah Ranti ada di mem3knya, begitu gadis itu menggerakkan pantatnya, dengan antusias lidahku menari bergerak bebas di dalam mem3knya yang sempit (masih aman karena selaput dara berada lebih ke dalam). Begitu sampai di klit0risnya (yang sebesar kacang kedelai), langsung kukulum tanpa ampun
“Akcchh.. sstt.. ampuun… mass. aduuhh.. enaaak.. stt... yang kenceng” racau gadis itu sambil menggeleng-geleng kepalanya yang masih menahan serbuan kenikmatan yang menggila dari lidahku.
Dengan gerakan halus, kuusap-usap klit0risnya dan siswi itu makin kelojotan dan tidak begitu lama terjadi kontraksi di mem3knya. Aku tau Ranti akan klim4ks lagi, makin kupercepat permainan lidahku. Sesaat kemudian, sambil tangan kirinya semakin menutup mulutnya semakin erat, gadis itu menjerit sejadi jadinya sambil badannya meregang. Mengalirlah dengan deras cairan cintanya itu, tentu saja yang telah kutunggu-tunggu itu. Kujilati semua cairan yang ada sampai mem3knya mengkilap bersih, rasanya segar, gurih dan enak sekali.
Beberapa saat, kubiarkan Ranti istirahat sambil tersengal-sengal mengatur napas terduduk lemah dibangku panjang digubug itu, bersandar didinding. Aku duduk disebelahnya lalu kupeluk erat dengan mesra, kukecup keningnya, dan kedua pipinya. Sambil memandangku, wajahnya tersenyum malu. Nampak wajahnya merah padam setelah mengalami org4sme, serta malu karena melakukannya denganku.
Aku menduga baru kali ini gadis itu merasakan nikmat begitu dasyat, sampai lemas sekujur tubuhnya. Setelah nafasnya mulai normal, kuciumi bibirnya dengan lembut.
“Nikmat sekali kan Rin? Ingin lagi? Masih kuat kan?” kataku dengan mencium bibirnya lagi.
Gadis cantik itu hanya diam sambil memalingkan wajahnya, namun tidak ada penolakan dari tubuhnya. Kupalingkan lagi wajah cantiknya menghadapku dan kucium lumayan lama bibirnya dengan lembut dan mesra. Pelan-pelan aku kembali memposisikan tubuhku dihadapannya.
Selanjutanya
Part 4-10
https://dramaranjang.blogspot.com/2023/12/memadu-hasrat-dikebun-anggur.html
Rudalku tepat berada didepan mem3knya. Kulepaskan celana dalam s3ksinya, lalu lambat- lambat kumajukan pinggulku, sebelum kumasukan menggesekan rudalku ke mem3knya sampai 10 menitan, sampai gadis itu mendesis seperti ular
“Oh..hmm..” gadis manis itu kembali mendesah bergairah, pasrah kusetubuhi ditengah hutan yang sunyi itu.Baju seragam SMU nya sudah teronggok dilantai gubug, disamping celana dalamnya. Wajah gadis alim berjilbab itu yang pasrah membuatku nyaris tidak mampu mengendalikan birahiku.Kulumat bibirnya dengan rakus, tanganku bergerak ke bawah dan menggenggam kont0lku, semakin intensmenggesek-gesekkan kont0lku ke mem3k ranumnya, membuat siswi berjilbab itu semakin menggelinjang karena rangsanganku.
Sembari melumat bibirnya, tangan kiriku turun mengusap payudaranya dengan gerakan melingkar di bawahnya menuju ke arah puting lalu menyentil dan memilin pentil gadis cantik berjilbab itu.Kemudian gantian punggungnya kuusap dengan usapan ringan sampai siswi berjilbab itu merasa kegelian. “Ohh.. Maas.. auughh.. gelii… Nikmat Maas..!!” tangan kanan gadis berjilbab itu mencengkeram erat pundak kiriku sampai membuat pundakku lecet karena kukunya, sementara secara refleks tangan kirinya mulai ikut meremas-remas buah dada kirinya.. kakinya membuka lebar melingkar dipingganggku.Tatapan gadis berjilbab itu sayu, dikuasai sepenuhnya oleh nafsu birahi. nafasnya memburu. Siswi berjilbab itu memejamkan matanya. Desahan dam rintihannya semakin keras ketika kuciumi kening, pipi dan kujilat dan kugigiti daun telinganya dariluar jilbabnya. “Ranti, tahan yaa.. mas akan kasih kenikmatan buatmu.. tapi awalnya bakal sakit sedikit.. tapi kalo dah kebiasa pasti enak kok..”kataku menenangkan gadis manis berjilbab lugu itu yang akan kurenggut keperawanannya.“mmhh… pelan yah mas.. Ranti takut..” desahnya, namun tanpa penolakan karena sudah pasrah 100%.Dengan birahi yang sudah di ubun- ubun, aku mengangkat sedikit pantat Ranti, untuk memberi posisi nyaman pada persetubuhan ini. Kupegangi kedua belah pahanya dan semakin kubuka kakinya lebar-lebar. Terlihatlah belahan mem3knya agak kehitaman dengan bagian dalam yang kemerahan, dihiasi rambut tipis. “Aahh..”, Ranti melenguh panjang, badannya goyang kekanan kekiri, kuberikan rangsangan tambahan.
Kujilati pusar dan perutnya, lalu ke paha dan betisnya. Kugigit dekat pangkal pahanya sampai memberkas merah.“Mass.. Kamu.. Oh.., sudah.. Ranti nggak tahan..”.kutatap wajahnya dengan tatapan menenangkan. Matanya sayu pasrah. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan birahi dan mempersiapkan diri pada rasa sakit yang kukatakan akan dirasakannya. Susah payah kumasukkan kont0lku yang sudah keras dan besar ke mem3knya yang becek, dan.. Blesshh.. “Ouuhh.. Ohh..”.Aku mulai memasukan kont0lku ke liang mem3knya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kont0lku ke liang mem3k gadis manis berjilbab itu saking rapatnya. Ranti berteriak, “Ahhh… sakiiittt mas!” Aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju- mundur dengan pelan-pelan.Gadis berjilbab bertubuh sekal itu membalas dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap mem3knya yang sangat nikmat itu… “Ahhhh… sakittt mas..”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju- mundur. Ranti berteriak, “Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan kont0lku dari mem3knya dan langsung keluarlah darah segar mengalir dari mem3k Ranti turun ke pahanya, dan membasahi bangku tempat kami bersenggama.Setelah beristirahat beberapa helaan nafas, kembali kutekan pantatku perlahan dan dengan pelan dan teknik maju mundur yang membuat Ranti semakin kelojotan, akhirnya masuklah semua kont0lku ke dalam mem3k sempit legit gadis SMU berjilbab itu. “Aahh.. Mas.. aduh Maas..sakit tapi enaakk.. aduuhh.. lagii..” gadis berjilbab berparas cantik dan lugu itu meracau dan mendesah mulai keenakan. Mem3knya mulai terbiasa dihujam kont0lku.Ranti menaikan pantatnya dan aku menekan lagi pelan-pelan, terus berlangsung beberapa lama, kian lama kian cepat.“aduuhh.. Ranti mau enak lagiihh..” Ranti mem3kik.Aku semakin kencang mengocok mem3knya dengan kont0lku.
Siswi berjilbab itu diam sejenak sambil memegang lenganku.“Sudah keluar lagi Rin?”“Sebentar lagi.. Ohh..” jawab Ranti Secara tiba-tiba kugerakkan pantatku maju mundur agak memutar dengan cepat, batangku terasa mau patah. Ranti kelojotan sambil melejang-lejang nikmat.“Ah..”. Ranti meremas remas payudaranya dan menggigit jarinya sendiri dan matanya terpejam.Jepitan kaki di pinggangku menguat. Dinding mem3k gadis cantik berjilbab itu terasa menebal sehingga lubangnya menjadi lebih sempit. Siswi berjilbab itu memelukku dan mengulum bibirku,“An.. Mas.. Aku.. Hggkk.., Ahh.. Nikmatt..” Ranti bergerak liar. Kutekankan kont0lku dalam-dalam dan kurasakan denyutan di dinding mem3k serta dasar rahimnya. Kont0lku terasa disiram cairan yang hangat. Kutekan tyubuhnya didinding gubug dengan tubuhku. siswi berjilbab itu masih terus mengejang dan menggelinjang menikmati orgasmenya.Kubiarkan kont0lku terendam dalam cairan mem3knya. siswi berjilbab itu mendesah dan merintih penuh kenikmatan. Kami diam sejenak.
Kuberikan kesempatan untuknya beristirahat dan mengatur nafasnya. Matanya masih tertutup. Sejenak kurangsang mem3knya dengan gerakan pada otot kemaluanku. siswi berjilbab itu mendesah dan membuka matanya. Dikalungkannya kedua tangannya pada leherku. “Rantia.. sekarang giliran mas yaa..” kataku berbisik. siswi berjilbab itu mengangguk.Masih tersisa orgasmenya, dengan tubuh yang masih bergetar2. Kugerakkan lagi pantatku maju mundurdan memutar. Perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Kurasakan mem3knya lebih becek dari semula, namun aku tidak mau menghentikan permainan untuk mengeringkannya. Gesekan kulit kont0l dengan dinding mem3k gadis manis berjilbab itu masih terasa nikmat.Gairah siswi cantik berjilbab itu mulai bangkit lagi. Iapun mengimbangi gerakanku perlahan-lahan. Setelah beberapa saat kemudian gerakannyapun juga semakin cepat. Kutarik pantatku sampai tinggal kepala kont0lku saja yang menyentuh bibir mem3knya, dengan gerakan cepat dan bertenaga kuhempaskan lagi ke bawah. Badan siswi cantik berjilbab itu terguncang. Kurapatkan pahanya, kemudian kakiku menjepit kedua kakinya.
Aku menurunkan tempo permainan sambil beristirahat sejenak. Sesaat kemudian kukembalikan pada tempo semula. Aku hanya menarik turunkan kont0lku sampai setengahnya saja. Jepitan mem3k siswi cantik berjilbab itu lebih terasa. Kurasakan aliran darah di kont0lku semakin cepat. “Ranti.. Aku mau keluar..”.“Tunggu.. Kita bareng.. a.. nn mas..”Kukangkangkan kaki siswi cantik berjilbab itu kembali. Kedua betisnya kujepit di ketiakku. Dalam posisi demikian maka mem3knya terbuka lebar sekali.“Mas Wawan..”. Tubuh Ranti menegang.“Ranti aku juga.. Mau.. Ohh..”.“Ahh.. Nikmatt”. Cairan mem3k siswi cantik berjilbab itu bertambah banyak, sementara itu ujung kont0lku berdenyut denyut. Tubuhnya bergerak seperti kuda Sumbawa yang melonjak-lonjak liar.“Ranti.. Oh.. nih ku kasih pejuh… nikmatinsayaannghhh..”Dan kemudian.. Crot.. Crot.. Crot.. kutumpahkan spermaku di dalam guanya sampai menetes-netes keluar.“Tahan sebentar.. Ahh..”.Gadis cantik berjilbab itupun mendapatkan orgasmenya setelah berusaha sesaat sebelum kont0lku berhenti menyemprotkan pelurunya. Kutekankan lagi kont0lku, denyutan pada otot-otot kemaluan kami saling memberikan kenikmatan ekstra. Aku berguling ke samping. Kami berpelukan dengan badan bersimbah keringat. Jilbabnya basah karena keringat kami berdua.
Sungguh nikmat bercinta dengan gadis perawan.Setelah beristirahat beberapa saat, kami segera membenahi baju kami dan keluar dari hutan. Kembali kukecup mesra kening dan bibir gadis manis berjilbab itu. Kuminta ia meminum pil anti hamil yang selalu kubawa, dan memberinya 3 lembar seratus ribuan untuknya.Tidak lupa kuantarkan dia kembali kerumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan kuminta nomor Hpnya, kali aja aku kangen dengan jepitan memeknya.
