Pacar Baruku Lebih Menggoda
Novel " Pacar Baruku Lebih Menggoda"
Saat sampai disekitaran kampus setelah liburan semester, aku masih bingung karena kontrak kos yang berada tidak jauh dari kampus sudah habis. Kemudian aku mencari lokasi kos yang baru seharian pada akhirnya juga dapat.
Awalnya gak begitu suka, karena tempat kos yang baru ini terpisah jauh dari temen-teman aku yg lain. Tempatnya juga terlalu masuk ke lorong-lorong. Tapi ada satu hal yang membuat aku mutusin buat ngambil kosan disana, yaitu anak ibu kosnya yang cakep alang kepalang. Namanya Yani, mahasiswi juga masih semester 2.
Pertama kali aku ngeliat dia, jantung aku langsung berdesir karena gadis itu manis banget.
“iya, kosan yang disebelah ada kok kak, tapi Cuma satu kamar.” Begitu suaranya ramah ketika pertama kali aku komunikasi sama gadis itu. Ibu kosnya juga baik.
Namun ibu kos nya yang berprofesi pedagang belum pulang. Yani mengatakan kalau ibu dan bapaknya berdagang pergi pagi pulang malam. Akhirnya sore besoknya aku mutusin untuk ngambil kamar kosan yang bersebelahan langsung dengan rumah ibu Kosnya.
Seiring waktu berjalan sampai 1 mingguan setelah memindah barang-barang dari tempat lama terasa sangat melelahkan sekali, karena harus memindah buku-buku yang sangat banyak .
Walau tinggal terpencil jauh dari temen2, gak masalah lah.. yang penting aku bisa dapetin nih si bidadari khayangan. Malam itu aku udah ready untuk tinggal di kosan baru aku.
Begitu keluar, ehh.. ternyata gebetan aku Yani lagi telponan diluar sambil duduk santai di teras rumahnya.
“wah.. kesempatan buat pdkt nih..” dalam hati aku. Setelah nungguin dia selesai telponan lumayan lama, akhirnya aku keluar kamar dan samperin gadis itu.
“Hai.. lagi ngapain yani?” sapa aku sambil melempar senyum.
“Eh, lagi santai aja kak.” Balasnya membalas senyum aku.
“Telponan sama siapa?”
“Sama pacar kak” jawabnya.
Plaaakk.. aku serasa kena tampar. Ternyata gadis itu udah punya pacar. Habis deh! Namun, pembicaraan tetap berlanjut. Walau Yani sudah punya pacar, aku tetap pengen akrab sama dia. Siapa tau ntar dia putus, siapa tau ntar dia bosen sama pacarnya..
Siapa tau.. siapa tau.. aku menghibur diri. Aku perhatikan wajah manis Yani. Bener-bener wajah bidadari! Kulitnya halus tanpa jerawat. Ternyata ada tai lalat mungil di pipinya.
“Kak kok ngeliatin Yani gitu sih?” tanya Yani risih.
Aku tersadar. Dan memulai menggombal kepadanya.
“Ehh.. gak. Ternyata Yani punya tai lalat di pipi yah?” tanya aku.
“Orang yang punya tai lalat di pipi itu beruntung lho..” ucap aku kemudian.
“Emang kenapa kak?” tanya nya penasaran.
“Iyalah beruntung! untung aja tai lalat, kalo tai kebo gimana coba?” seloroh aku. Yani langsung ketawa. Manis banget ngeliat dia ketawa. Akhirnya malam itu aku berhasil ngobrol panjang lebar dan ketawa ketiwi bareng Yani.
Bahkan setelah cerita tai lalat itu, Yani bahkan nunjukin kalau dia punya tanda lahir di lengannya.
“Mana mungkin itu tanda lahir! Itu tatto tuh!” aku langsung aja nuduh.
“Sumpah kak ini tanda lahir!” balasnya.
“Gak percaya! Pasti kamu orangnya tattoan yah! Harus diperiksa nih!” tuduh aku.
Dia malah tertawa cekikikan. Aku senang.. Paginya, aku sempetin dulu olahraga pagi. Angkat barbel dan push up ringan sudah jadi rutinitas pagi buat aku.
Punya badan atletis dan berotot memang kharakteristik aku. Alah.. Tiba-tiba aku denger suara cebar-cebur dari kamar mandi. Aku selidiki asal suara tersebut, ternyata persis bersebelahan dengan dinding disebelah kamar aku.
Ternyata disebelahnya kamar mandi! Aku coba dengerin suara gemercik air tersebut. Ternyata suara berikutnya adalah lantunan nyanyian seorang gadis. Tidak salah lagi, itu suara Yani! Aku begitu menikmati suara nyanyiannya.
Merdu banget! Akhirnya timbul pikiran kotor aku. Dinding tembok yg sebenarnya tidak terlalu tinggi itu bisa aku panjat! Akhirnya dengan secepat kilat, otak aku berfikir keras. Bagaimana caranya untuk memanjat dinding yang tingginya dua setengah meter ini.
Setelah yakin orang tua Yani sudah berangkat pergi berdagang dan Yani pasti sendirian di rumah, aku nekat untuk ngintipin Yani mandi. Dengan bantuan kursi, akhirnya aku bisa mencapai ujung tembok paling atas.
Pelan-pelan aku angkat kepala untuk melihat pemandangan disebelah sana. Ternyata benar! Yani sedang mandi sambil bernyanyi. Yani dengan wajah manis itu ternyata punya tubuh yang sangat seksi.
Dari ujung rambut hingga ujung kakinya dapat aku liat secara jelas. P4yudaranya yang montok bergelantungan. Kulitnya putihnya yg dibalut busa sabun. Hingga rambut halus yg tumbuh didaerah kemaluannya dapat terlihat jelas.
Hal itu tanpa sadar sudah membuat batang kemaluan aku langsung mengeras. Yani masih asyik menggosok-gosok bagian tubuhnya dengan sabun. Yang membuat aku gak tahan yaitu terkadang tangannya meremas p4yudaranya sendiri.
Kilauan sabun dari p4yudaranya yang putih licin oleh sabun membuat aku serasa mau pingsan. Sejurus kemudian, Yani membilas sabunnya dengan menimba air. Kulitnya makin terlihat putih bercahaya. Berikutnya bagian sel4ngkangannya yang dicuci dengan air.
Diluar dugaan aku, ternyata Yani mengelus-elus bagian kem4luannya. Awalnya aku berfikir Yani melakukan pembersihan di daerah v4ginanya. Ternyata....
Diluar dugaan aku, ternyata Yani mengelus-elus bagian kem4luannya. Awalnya aku berfikir Yani melakukan pembersihan di daerah v4ginanya. Ternyata, ia begitu keasyikan mengelus-elus daerah yang berbulu tersebut.
Aku liat matanya sudah merem-merem keenakan.
“Ohh tidaakk.. Yani sedang m4sturbasi!”
Baru kali ini aku melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ada seorang cewek yang m4sturbasi. Secara jelas aku menonton Yani yang tengah keasyikan memainkan jarinya di bibir kem4luannya.
Secara tak sadar aku jadi lupa diri kalau sebenarnya posisi aku sangat rawan. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan oleh Yani. Malu banget lah, baru seminggu ngekos ditempat orang sudah berlaku kurang ajar. Ternyata bata yang menjadi pijakan aku tak sanggup lagi menahan pijakan aku.
Akhirnya salah satu batu bata tersebut terjatuh. Yani jadi kaget dan menghentikan adegan m4sturbasinya.
“Mati aku kalo Yani sampai tau!” batin aku terus cemas. Aku langsung menghentikan tontonan langka nan sangat istimewa tersebut.
Aku segera turun dari dinding yang aku panjat buru- buru. Ternyata Yani menyadari dirinya diintip. Yani segera memakai handuknya dan buru-buru keluar kamar mandi. Aku segera menuju pintu kamar mandi untuk menghalangi dan menenangkan Yani, kalau-kalau ia berteriak. Bisa m4mpus aku kalau dia ngadu ke ortunya.
Ternyata aku yang buru-buru melintasi pintu kamar mandi langsung bertabrakan dengan Yani yang baru saja keluar kamar mandi. Handuk Yani langsung tersibak, ia terjatuh.
“Maaf.. maaf..” Cuma itu yang bisa terlontar dari mulut aku sambil membantu Yani untuk berdiri.
Aku langsung mengambil handuknya. Yani tampak kelabakan ketika handuknya hampir saja copot. Yani tidak memakai apa-apa selain handuk yang membuat payudaranya menyembul kelihatan.
“Kak, ng1ntipin Yani barusan yah?” tanya Yani dengan menundukkan kepalanya.
Ia menunduk mungkin karena ia malu. Karena baru saja ia melakukan m4sturbasi. Aku jadi ngerasa bersalah.
“Maafin kakak ya.. Kakak menyesal banget”
aku ucapin itu dengan nada memelas. Yani cuma mengangguk tapi masih menunduk. Tangannya masih memegang handuknya erat-erat. Tak lama setelah itu dia berjalan pelan kedalam rumahnya sambil terisak.
Matanya berkaca-kaca. Aku jadi tambah merasa bersalah.
“Belum ada lho yang ngeliat Yani gitu, kok kakak tega sih?” suaranya lirih.
Akhirnya aku anterin Yani ke kamarnya. Aku bimbing dia menuju kamarnya.
Dibenak aku semuanya campur aduk. Perasaan bersalah udah membuat dia trauma. Mungkin saja bagi cewek hal seperti itu bisa membuatnya terauma. Sesampainya dikamar Yani, aku malah mem3luknya.
Terlintas dipikiran aku, kalau cewek sedih atau nangis untuk menenangkannya dengan di peluk.
“Yani maafin kakak ya..” aku bisikin itu ke telinganya. Sekali lagi Yani mengangguk. Dari pelukan, aku beralih mend3kap Yani.
Aku cium pipinya kemudian bibirnya. Serentak tangan aku juga ikut memainkan perannya mer3mas dada Yani dari luar handuknya.
“Kakak! Ngapain sih ini!” ucap Yani kaget. Dalam fikiran aku, kepalang basah mandi aja!
Tanggung ketahuan ngintipin Yani mandi, kenapa gak aku tidurin aja sekalian? Mumpung kesempatan ada! Aku dorong Yani ke tempat tidurnya.
Pintu kamarnya segera aku kunci. Handuknya dengan mudah aku lepas. Bibir Yani aku lumat dan kulum sejadi-jadinya. Tangan aku menjamah p4yudaranya yang m0ntok. Yani ber0ntak dan kakinya menghentak-hentak gak karuan.
“Kakaaaakk..” Yani berteriak.
“Kakaaaakk..” Yani berteriak.
Aku mulai cemas. Nanti kalau ada warga yang dengar gimana? Aku bisa dihajar masa.
Akhirnya aku menghentikan aksi brutal aku. Aku mutusin untuk membujuk Yani pelan-pelan.
Selanjutnya....
Part 2-12
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/07/pacar-baruku-lebih-menggoda.html
__________________
Novel " Pacar Baruku Lebih Menggoda"
Part 2.
Sambil mengelus-elus bahunya dan membelai rambutnya aku ngomong pelan-pelan
“Yani, tenang aja yaa.. kakak gak bermaksud nyakiti Yani. Kakak gak mungkin menyakiti Yani karena kakak sayang banget sama Yani..” bisik aku pelan-pelan ke Yani.
Aku cium leher Yani, tangan aku mulai lagi main-main mengelus p4yudaranya, meremas, kemudian turun ke daerah kem4luannya.
“Kakak, Yani mohon jangan kak” Yani memelas ketakutan. “Yani tenang aja yaa.. Kakak gak akan nyakitin Yani.
"Kakak Sayang sama Yani.” Bujuk aku pelan-pelan sambil terus memainkan daerah kem4luannya. Tangannya terus mendorong-dorong aku. Yani ketakutan setengah mati. Aku terus memberikan rangs4ngan dengan terus menciumi leher Yani.
Kemudian turun dan menj1lati put1ng su$unya yang memerah. Sementara tangan kanan aku mengelus-elus daerah v4ginanya. Jari tengah aku mulai masuk ke lipatan bibir v4ginanya. Aku terus mainkan itu pelan-pelan.
“Kakak.. Yani mohon, Yani masih per4wan kak.. Yani takut..” Yani masih memelas. Tangannya terus memegangi tangan kanan aku yang bergerilya didaerah bibir v4ginanya. Aku cuma jawab permohonan Yani dengan ciuman dan kuluman dibibirnya.
Aku terus lumat bibir Yani dan bibir vaginanya dilumat jari tengah aku. Perlahan aku masukin jari tengah aku dengan pelan-pelan. Terasa daerah v4gina Yani sudah basah. Mengetahui daerah v4gina nya sudah basah dan licin, aku jadi yakin kalau sebenarnya Yani juga menikmati permaikan aku.
Yani juga sudah tidak menunjukkan perlawanan yang kuat.
“Yani, kakak masukin jari kakak pelan-pelan ya.. gak sakit kok.. Yani tenang aja yaa..” Belum lagi Yani memberikan persetujuannya, jari tengah aku sudah menikam masuk ke v4ginanya.
Akhirnya jawaban Yani Cuma er4ngan dan rintihan. Aku terus mainkan dengan memasukkan jari tengah aku kedalam v4ginanya sedikit demi sedikit. Akhirnya bisa masuk semua jari aku!
“Kakak.. Yani takut kak..” Yani terus menceracau.
Tapi kakinya malah membuka lebar dan sesekali nafasnya mendesir berat. Aku yakin Yani sebenarnya mungkin saja sering bermasturbasi. Cewek-cewek seperti Yani mungkin saja cewek hypers3ks yang sering memuaskan dirinya dengan m4sturbasi.
Seperti yg aku liat barusan di kamar mandi. Aku makin sibuk. Tangan kiri aku membelai rambutnya, mulut aku sesekali mengisap juga menj1lati put1ngnya, dan....
Selanjunyaa....
Part 3-12
https://dramaranjang.blogspot.com/2024/07/pacar-baruku-lebih-menggoda.html
